Lost In Bali - Day 5

Lost In Bali Day 5 menceritakan hari santai menikmati sunrise di vila, menata rumah baru, menulis artikel Explorasi Negeri, berenang sore hari, hingga menikmati martabak dan terang bulan sambil menonton Piala Dunia di Bali.

BALI

6/23/20263 min baca

Lost In Bali – Day 5: Menikmati Hari Santai di Rumah Baru

Setelah beberapa hari pertama di Bali diisi dengan perjalanan, perpindahan tempat menginap, dan berbagai aktivitas untuk beradaptasi, hari kelima menjadi salah satu hari paling santai yang kami rasakan sejak tiba di Pulau Dewata. Tidak ada agenda jalan-jalan, tidak ada daftar destinasi wisata yang harus dikunjungi. Hari ini sepenuhnya kami dedikasikan untuk menikmati rumah baru yang akan menjadi tempat tinggal kami selama berada di Bali.

Pagi hari dimulai dengan cara yang sangat menyenangkan. Kami bangun lebih awal dan langsung disambut pemandangan matahari terbit yang terlihat dari area vila. Cahaya keemasan perlahan menerangi langit Bali, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Momen sederhana seperti ini sering kali terlewat ketika sedang berlibur dengan jadwal yang padat. Kali ini kami benar-benar meluangkan waktu untuk menikmatinya.

Setelah menikmati sunrise, kami melanjutkan pagi dengan sarapan bersama. Tidak ada yang terburu-buru. Sambil menikmati makanan dan secangkir kopi, kami berbincang mengenai berbagai rencana selama tinggal di Bali. Rasanya menyenangkan bisa memulai hari dengan santai tanpa harus memikirkan kemacetan menuju tempat wisata atau jadwal perjalanan yang padat.

Usai sarapan, aktivitas dilanjutkan dengan membersihkan vila dan mulai menata kehidupan baru kami di sini. Pakaian yang selama beberapa hari masih tersimpan di dalam koper akhirnya mulai dipindahkan ke lemari. Barang-barang bawaan juga ditata satu per satu agar rumah terasa lebih rapi dan nyaman untuk ditempati.

Meski terdengar sederhana, kegiatan ini justru memberikan perasaan yang berbeda. Vila yang sebelumnya hanya terasa seperti tempat menginap perlahan mulai berubah menjadi rumah sementara kami di Bali. Setiap sudut mulai terisi dengan barang-barang pribadi, membuat suasana terasa lebih hangat dan akrab.

Hari kelima benar-benar menjadi hari untuk beristirahat. Kami memilih tidak pergi ke mana-mana dan menikmati suasana vila sepanjang hari. Sebagian waktu saya habiskan di depan laptop untuk menyelesaikan beberapa tulisan dan artikel untuk website Explorasi Negeri. Dengan suasana yang tenang dan minim gangguan, ide-ide terasa mengalir lebih mudah dibandingkan biasanya.

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Dari pagi hingga sore, aktivitas kami hanya berkutat antara menata rumah, bekerja, dan menikmati suasana sekitar vila. Justru kesederhanaan inilah yang membuat hari itu terasa begitu nyaman.

Menjelang sore, kami memutuskan untuk berendam dan berenang di kolam vila. Air yang segar dan cuaca Bali yang hangat menjadi kombinasi sempurna untuk mengakhiri hari yang produktif sekaligus santai. Beberapa saat kami hanya duduk di tepi kolam, menikmati langit yang mulai berubah warna menjelang senja.

Malam harinya, Mas Bagus datang ke vila untuk memasang televisi yang sebelumnya kami minta dipasang di kamar tidur. Kehadiran TV ini tentu membuat suasana kamar menjadi lebih nyaman, terutama untuk menemani malam-malam santai selama tinggal di Bali.

Untuk makan malam, kami mencoba menu yang relatif sehat. Ayam panggang dan sawi rebus menjadi pilihan utama malam itu. Niatnya cukup mulia: mulai menjaga pola makan dan menjalankan program diet selama berada di Bali.

Sayangnya, niat baik itu tidak bertahan lama.

Beberapa saat setelah makan malam, tiba-tiba muncul keinginan untuk ngemil. Dengan penuh keyakinan yang mungkin tidak sejalan dengan tujuan diet, saya pun meminta istri untuk membelikan terang bulan dan martabak telur. Entah bagaimana, dalam hitungan menit semua rencana hidup sehat yang baru saja disusun langsung runtuh begitu saja.

Malam itu akhirnya kami menikmati terang bulan dan martabak telur sambil menonton pertandingan Piala Dunia. Kombinasi yang jelas bukan menu diet, tetapi sangat cocok untuk menemani suasana santai di rumah. Sesekali kami tertawa mengingat betapa cepatnya komitmen diet berubah arah hanya dalam satu malam.

Dan begitulah hari kelima kami di Bali.

Tidak ada pantai yang dikunjungi, tidak ada destinasi wisata terkenal yang didatangi, dan tidak ada perjalanan panjang yang dilakukan. Namun justru hari-hari sederhana seperti ini sering kali menjadi bagian yang paling berkesan dari sebuah perjalanan. Hari ketika kami mulai benar-benar menikmati ritme hidup yang lebih pelan, lebih tenang, dan lebih dekat dengan suasana rumah.

Karena terkadang, perjalanan terbaik bukan tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi tentang bagaimana kita menikmati tempat di mana kita berada saat ini.

Kontak

Hubungi kami untuk cerita perjalanan seru

Email

mersa@explorasinegeri.com

© 2026. All rights reserved.