Lost In Bali - Day 9

Perjalanan one day trip ke Nusa Penida dari Sanur dengan private tour, mengunjungi Diamond Beach, Tree House, Raja Lima, Kelingking Beach, Broken Beach, dan Angel's Billabong, lengkap dengan pengalaman serta tips perjalanan.

BALI

6/30/20265 min baca

Lost in Bali – Day 9: Sehari Menjelajahi Surga Eksotis Nusa Penida

Ada satu destinasi yang sejak awal sudah masuk dalam daftar perjalanan kami selama berada di Bali. Sebuah pulau kecil di tenggara Pulau Dewata yang terkenal dengan tebing-tebing megah, pantai berpasir putih, dan laut berwarna biru toska yang begitu memikat. Hari ini akhirnya tiba, saatnya kami menjelajahi Nusa Penida.

Perjalanan sehari memang terasa singkat untuk menikmati seluruh keindahan pulau ini. Namun setiap sudut yang kami kunjungi berhasil meninggalkan kesan yang sulit dilupakan.

Bangun Pukul 05.00, Bersiap Menyambut Petualangan

Alarm berbunyi pukul lima pagi. Hari masih gelap ketika kami mulai bersiap.

Barang-barang yang akan dibawa sudah kami siapkan sejak malam sebelumnya, tetapi pagi itu kami kembali memastikan semuanya tidak ada yang tertinggal.

Di dalam tas sudah tersimpan:

  • Baju ganti

  • Kamera beserta perlengkapannya

  • Charger handphone

  • Power bank

  • Air minum

  • Dompet dan dokumen perjalanan

Sebelum berangkat, kami menikmati sarapan sederhana bersama di vila. Mengingat aktivitas hari ini akan cukup padat, sarapan menjadi bekal energi yang sangat penting.

Menuju Pelabuhan Sanur

Tepat pukul enam pagi kami meninggalkan Villa Aileen di kawasan Canggu menggunakan sepeda motor menuju Pelabuhan Sanur.

Perjalanan pagi itu terasa sangat menyenangkan karena lalu lintas masih relatif lengang. Dari Canggu, kami melewati kawasan Jalan Raya Canggu, kemudian terhubung ke Jalan Gatot Subroto Barat, melanjutkan perjalanan menuju Jalan Gatot Subroto Tengah, lalu memasuki kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai yang menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Sanur.

Sepanjang perjalanan, suasana Bali di pagi hari terasa begitu berbeda. Aktivitas masyarakat mulai berjalan, toko-toko perlahan membuka pintunya, sementara matahari pagi mulai memberikan cahaya keemasan yang menemani perjalanan kami.

Kurang lebih satu jam kemudian, kami tiba di Pelabuhan Sanur.

Paket Tour yang Sangat Praktis

Beberapa hari sebelumnya kami memesan paket perjalanan melalui aplikasi Traveloka dengan harga sekitar Rp700.000 per orang.

Menurut kami, paket ini sangat praktis karena sudah mencakup hampir seluruh kebutuhan selama satu hari di Nusa Penida, yaitu:

  • Tiket speedboat pulang pergi

  • Private tour

  • Mobil beserta driver lokal

  • Makan siang

  • Antar ke berbagai destinasi wisata populer

Setibanya di pelabuhan, kami langsung menuju counter sesuai informasi pada voucher Traveloka untuk melakukan penukaran tiket.

Prosesnya cukup cepat sehingga kami langsung diarahkan menuju dermaga sambil menunggu jadwal keberangkatan speedboat.

Menyebrangi Laut Menuju Nusa Penida

Tak lama kemudian, kapal mulai bersandar.

Kami pun naik ke dalam speedboat bersama wisatawan lainnya.

Perjalanan laut menuju Nusa Penida memakan waktu sekitar 45–60 menit, tergantung kondisi ombak.

Sesekali kapal berguncang mengikuti gelombang laut, tetapi pemandangan laut biru yang luas membuat perjalanan terasa menyenangkan.

Perlahan siluet tebing-tebing tinggi Nusa Penida mulai terlihat dari kejauhan.

Begitu kapal merapat di pelabuhan, seorang driver sudah menunggu sambil membawa papan nama sesuai data pemesanan kami.

Petualangan pun dimulai.

Destinasi Pertama: Diamond Beach

Perjalanan pertama membawa kami menuju Diamond Beach, salah satu pantai paling terkenal di sisi timur Nusa Penida.

Sesampainya di lokasi, kami langsung dibuat terpukau.

Dari atas tebing terlihat laut berwarna biru toska yang begitu jernih. Di tengah laut berdiri batu-batu karang raksasa berbentuk seperti berlian, yang menjadi asal nama Diamond Beach.

Tangga yang dipahat mengikuti dinding tebing menjadi daya tarik tersendiri. Jalurnya memang cukup curam, tetapi justru menghadirkan pengalaman yang unik.

Selama berada di Diamond Beach kami menghabiskan waktu dengan:

  • Berjalan menikmati panorama dari atas tebing.

  • Mengambil banyak foto dan video.

  • Menikmati semilir angin laut.

  • Mengabadikan suara deburan ombak.

  • Menyaksikan gradasi warna laut yang begitu indah.

Pemandangan di sini benar-benar seperti kartu pos yang hidup.

Tree House dan Raja Lima

Perjalanan dilanjutkan menuju dua destinasi yang letaknya berdekatan, yaitu Rumah Pohon Molenteng (Tree House) dan Raja Lima atau yang juga dikenal sebagai Thousand Islands Viewpoint.

Tree House merupakan rumah kayu sederhana yang berdiri di atas tebing dengan pemandangan langsung menghadap lautan luas. Tempat ini menjadi salah satu spot foto paling ikonik di Nusa Penida.

Kami menyempatkan diri berjalan menuju rumah pohon, menikmati suasana tenang, serta mengambil beberapa foto dengan latar belakang laut biru yang begitu memukau.

Tak jauh dari sana terdapat Raja Lima.

Dari gardu pandang ini terlihat gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah laut, berpadu dengan tebing hijau yang menjulang tinggi.

Angin bertiup cukup kencang, namun justru membuat suasana semakin menyenangkan.

Kami cukup lama berada di sini, menikmati panorama sambil sesekali merekam video menggunakan drone kecil dan handphone.

Istirahat Makan Siang

Menjelang siang, rasa lapar mulai datang.

Driver kemudian mengantar kami menuju restoran yang sudah bekerja sama dengan penyedia tour.

Menu makan siang kami kali ini sederhana tetapi sangat nikmat.

Pilihan kami jatuh pada:

  • Nasi goreng

  • Jus mangga segar

Setelah berjalan sejak pagi di bawah terik matahari Nusa Penida, segelas jus mangga dingin terasa sangat menyegarkan.

Energi kembali terisi untuk melanjutkan petualangan.

Ikon Nusa Penida: Kelingking Beach

Destinasi berikutnya adalah tempat yang paling kami tunggu.

Kelingking Beach.

Rasanya belum lengkap berkunjung ke Nusa Penida tanpa melihat langsung ikon yang satu ini.

Begitu tiba di area parkir, kami berjalan menuju gardu pandang.

Dan benar saja.

Pemandangan yang terbentang di depan mata benar-benar luar biasa.

Tebing hijau yang menjorok ke laut membentuk siluet menyerupai jari kelingking atau bahkan kepala dinosaurus T-Rex jika dilihat dari sudut tertentu.

Di bawahnya terbentang pantai pasir putih yang berpadu dengan ombak Samudra Hindia yang terus bergulung.

Air lautnya memiliki gradasi warna biru yang sangat cantik.

Kami menikmati pemandangan dari menara pandang yang memang disediakan warga lokal sebagai spot terbaik untuk menikmati panorama sekaligus berfoto.

Rasanya sulit berhenti menekan tombol shutter kamera.

Setiap sudut terlihat begitu fotogenik.

Broken Beach

Setelah puas menikmati Kelingking Beach, perjalanan dilanjutkan menuju Broken Beach.

Tempat ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki pantai lain.

Broken Beach merupakan teluk alami yang terbentuk akibat runtuhnya sebagian tebing sehingga membentuk sebuah lengkungan batu raksasa di atas laut.

Air laut masuk melalui celah tersebut dan menciptakan kolam alami berukuran sangat besar.

Kami berjalan mengelilingi area tebing sambil menikmati keindahan lengkungan batu yang begitu megah.

Sesekali terlihat ombak menghantam dinding karang, menciptakan suara yang bergema di seluruh kawasan.

Angel's Billabong

Destinasi terakhir hari itu adalah Angel's Billabong.

Tempat ini merupakan kolam alami yang terbentuk dari batu karang di tepi laut.

Saat air laut sedang surut, kolam ini tampak begitu jernih hingga dasar batunya terlihat jelas.

Warna airnya berubah-ubah mengikuti pantulan cahaya matahari, mulai dari hijau zamrud hingga biru kehijauan.

Kami berjalan menyusuri jalur batu karang sambil menikmati keindahan alam yang masih sangat alami.

Suara ombak yang sesekali menghantam karang menjadi pengingat bahwa keindahan alam selalu harus dinikmati dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Angel's Billabong menjadi penutup yang sempurna untuk perjalanan kami di Nusa Penida.

Kembali ke Bali

Sore mulai berganti malam.

Driver kemudian mengantar kami kembali menuju Pelabuhan Nusa Penida.

Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih atas perjalanan hari itu, kami kembali menaiki speedboat menuju Sanur.

Sekitar satu jam kemudian, kami tiba kembali di Pelabuhan Sanur.

Motor yang sejak pagi kami parkir masih setia menunggu.

Perjalanan pulang menuju vila terasa jauh lebih sunyi.

Tubuh memang mulai lelah setelah seharian berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.

Namun di balik rasa lelah itu, ada kepuasan yang sulit dijelaskan.

Hari ini kami tidak hanya mengunjungi tempat-tempat indah, tetapi juga menyimpan begitu banyak kenangan yang akan selalu mengingatkan kami bahwa Nusa Penida adalah salah satu surga kecil yang dimiliki Indonesia.

Penutup

Perjalanan sehari memang belum cukup untuk menjelajahi seluruh keindahan Nusa Penida. Masih banyak pantai, tebing, dan sudut-sudut tersembunyi yang belum sempat kami kunjungi.

Namun satu hari ini sudah cukup membuat kami jatuh hati pada pulau yang luar biasa indah ini.

Jika suatu hari nanti kami kembali ke Bali, Nusa Penida hampir pasti akan menjadi destinasi pertama yang ingin kami kunjungi lagi.

Karena beberapa tempat memang tidak pernah membosankan untuk didatangi, seberapa sering pun kita kembali.

Kontak

Hubungi kami untuk cerita perjalanan seru

Email

mersa@explorasinegeri.com

© 2026. All rights reserved.